Tampilkan postingan dengan label orang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label orang. Tampilkan semua postingan

Rabu, 03 September 2014

Seperti Ini Jika Orang Kaya Kebanyakan Laptop

Seperti ini nih jika orang terlalu kaya atau kebanyakan uang, laptop sampai dibuat sebagai meja, dan yang lebih gilanya lihat merek dari komputer jinjing itu apa ? iya Apple, semua orang tahu Apple dibandrol harga yang sangat tinggi. Jangan ditiru ya hehe -___-"

Minggu, 22 Desember 2013

Orang Yang Berhasil Kabur Dari Penjara Alcatraz

Orang Yang Berhasil Kabur Dari Penjara Alcatraz - Penjara adalah tempat untuk orang-orang yang menjalani proses hukuman karena telah melanggar hukum. Hukum yang dilanggar bermacam-macam dan tentunya kesalahan yang dilakukan pelaku dianggap berat hingga dihukum di penjara.

Keamanan di penjara tentu sangat ketat dan hal tersebut berguna untuk mengantisipasi adanya napi yang kabur dari penjara. Salah satu penjara paling ketat dan paling rumit adalah penjara Alcatraz. Keketatan, dan kerumitan model sel serta terkenal dengan penjara paling kejam ini sudah tidak asing bagi penduduk dunia khusunya penduduk Amerika Serikat.


Konon, napi tidak akan dapat berhasil kabur keluar dari Alcatraz. Namun pernah beredar kabar bahwa ada beberapa napi yang dapat berhasil kabur dari penjara paling ketat tersebut, Alcatraz.

Saat penjara ini sudah mulai beroperasi selama 29 Tahun, pengelola dan para sipir penjara ini mengklaim bahwa tidak ada yang bisa kabur dari penjara ini. Ini terlihat dari adanya beberapa kasus percobaan untuk kabur dari penjara yang tidak pernah berhasil bahkan ada beberapa tahanan yang ditembak mati saat berusaha untuk kabur.





Pada 11 juni 1962 terjadi hal yang diluar dugaan, yaitu 3 tahanan berhasil kabur. Ya, tahanan ini adalah Frank Morris, Clarence Anglin dan John Anglin.

Mereka bertiga berhasil kabur melalui jendela ventilasi diatap dan kemudian secepat mungkin menuruni atap dan mengambil perahu karet yang digunakan untuk kabur. Besoknya polisi mencari jejak ketiga tahanan ini di sekitar Alcatraz dan hasilnya Nol Besar alias Gagal menemukan ketiga orang ini.


Kejadian ini tentu saja menggemparkan kota sekitarnya dan dunia. Akibat kejadian ini penjara Alcatraz sempat mendapatkan sindiran dari masyarakat. Dan tentu saja pengelola penjara Alcatraz tidak ingin membuat kesalahan yang sama lagi. Kini keamanan penjara Alcatraz semakin diperketat dimana hampir setiap tempat termasuk sel diberikan kamera CCTV untuk mengawasinya.

Walauapun serumit dan seketat apapun tetap saja dapat kabur karena setgala sesuatunya memiliki kelemahan.

Rabu, 18 Desember 2013

Ku Sangka Orang Gila



   ......26 May 2011.....

Pagi tadi lebih kurang pukul 10.30 aku singgah sarapan di bazar batu buruk sementara menunggu interview di steten minyak kerana sudah tiada kerja di Terengganu yang menggunakan Ijazah aku ini. Sewaktu makan, mata ni terpandang seorang pakcik yang "lusuh " karekternya.. Bau busuk, baju koyak, pakai kain pelikat singkat, tak beralas kaki, tapi berkopiah.

Duduk bersandar di tiang bazar dekat dengan kerusi aku. Terdetik dalam hati, apa pakcik ni kelaparan. Orang gila pun lapar, masih tetap manusia. Aku pesan satu lagi nasi minyak. Pesanan aku sampai ke meja. Terus aku beri pada pakcik tadi. Tuan kedai terkejut dan mengangkat tangan melambai seolah2 memanggilku. Aku pun balas tunggu skejap.

Pakcik tadi tenung aku sambil berkata "pakcik dah makan nak.. terima kasih nak.." Dalam hati terdetik sungguh indah bahasa pakcik yang ku sangka gila tadi. Aku bangun dengan kecewa kerana pesanan aku tidak dijamah oleh pakcik. Lalu aku pergi kepada tuan kedai yang memanggil ku tadi.

Ada apa pakcik? Pakcik kedai balas: Jangan bagi dan suruh dia makan kat sini, nanti customer pakcik lari. Aku tersentap. Dan spontan aku membalas. "Jika orang ini ayah kandung pakcik, pakcik halau tak dia?" Pakcik tu diam. Takpe pakcik, saya akan bayar ansuran kalo pakcik rugi hari ni. Saya nak tanya, betul ke pakcik td tu sudah makan? Pakcik kedai jawab, tidak. Dari mula pakcik buka kedai pukul 6.30 tadi pakcik kopiah tu duduk kat tiang tu.

Dalam hati kecil ni cakap, tak pernah aku jumpa pakcik gila semulia ini. Tidak mengemis, tidak pula meminta. Aku pegi semula pada pakcik kopiah tu. "Pakcik, saya sunyi makan sorang2, pakcik teman saya makan jom." Pakcik tu akur dengan pelawaan aku kerana kesungguhan aku. Ramai yang beralih meja kerana bau pakcik tu, namun kerana ingin menjaga hati orang tua yang aku tak kenal, aku tahan bau itu.

Lega tengok pakcik tu makan dengan sangat sopan. Aku lontarkan beberapa soalan pada pakcik tu. Pakcik dari mana, tinggal dimana? Pakcik tu jawab. Pakcik merantau cari redha Allah. Aku terkejut. Dalam hati aku dah syak bukan2. Kot2 wali ke ni? Mana keluarga pakcik?
Pakcik dibuang oleh keluarga pakcik kerana sekeping geran tanah. Kenapa pakcik? Apa masalahnya? Pakcik sedekahkan geran itu untuk seseorang untuk dibangunkan pondok2 mengaji. Keluarga pakcik terus buang pakcik. Allah...

Pakcik tinggal dimana? Pakcik tu diam tak menjawab. Masa terlalu singkat untuk aku menyambung urusan kerja. Aku panggil pakcik kedai untuk kira. Semuanya berharga RM 11.60. Aku celup dompet aku, dan aku lupa yang aku hanya bawa RM 5.00. Aduh.... Pakcik tu nampak raut wajah muka aku seolah2 melihat masalah dalam dompetku. Pakcik tu mencelah. Nak, ambil duit ni, pakcik bayarkan.

Nak tau ape? pakcik keluarkan satu sampul surat sebagai dompet dia (macam dompet TGNA), dalam tu duit seratus setebal setengah inci, dan satu kad BSN dan i.c lama (pakcik tu bekas tentera laut).. Satu kedai dia bayarkan. Allah.. Satu kedai hairan apabila pakcik kedai tu announce yang makanan semua sudah dibayarkan oleh pakcik kopiah tadi. Masing2 semua pandang aku dan pakcik kopiah. Dengan tiba2 pakcik kopiah angkat tangan dan berdoa dengan suara yang agak sederhana kuat, aku pun turut angkat sama. Dan paling terharu apabila aku dengar suara "amin....." dengan suara yang ramai. Bila aku berpaling ke belakang, satu kedai mengangkat tangan bersama pakcik kopiah tu.. Ada yang bangun mendekati kami berdoa dekat2.

Terasa sangat gemuruh dan terharu dengan keperibadian orang yang ku sangka gila ini rupanya seorang guru agama!! Ada yang menangis kerana doa oleh sang guru itu sungguh merdu.. Kecoh seketika.. Selesai berdoa, aku bersalam dengan pakcik tadi dan ucap terima kasih dengan harapan dapat jumpa lagi. Aku terus berjalan ke motor aku. Aku berpaling ke belakang, semakin ramai yang berkerumun pada pakcik tadi. Aku senyum tanda puas bahawa orang sekeliling mula mendekati pakcik. Aku buka semula dompet aku kerana aku simpan kunci motor dalam tu.

Nak tau apa? Aku terkejut kerana ada 2 keping duit seratus dan satu nota kecil yang bertulis: "Ambil duit ni buat beli susu anak dan buah delima untuk orang rumah anak yang mengidam.." Aku terkaku, dan terus pandang ke arah tempat pakcik tadi. Beliau sudah tiada disitu. Aku terus pakai helmet dan tutup pemuka helmet. Aku menangis kerana terharu dan sangat bersyukur. Bagaimana dia tahu aku dalam kesusahan...
Ya Allah.. Kau peliharakanlah pakcik itu..

(Copy pasted - Warta Dari Hati)

***Gambar hiasan semata-mata..

Sebarkan.. Seburuk mana pun luaran seseorang jangan sesekali menghina kerana siapa tahu dia lebih mulia dari kita di sisi Allah swt

Jumat, 29 November 2013

Alkisah Orang Tua Yang Super Sibuk Wajib Baca Penting


ilustrasi

Orang tua yang memiliki kekayaan/kemewahan yang luar biasa adalah harapan banyak anak-anak, tetapi apakah kita mengetahui bahwa jauh di lubuk hati anak-anak tersebut tersimpan suatu harapan yang lebih besar daripada sebuah kekayaan dan kemewahan?
Dicintai, disayangi dan perhatian dari kedua orang tua mereka, itulah harapan terbesar anak-anak. Keberhasilan mereka sangat ditentukan dari berapa besar cinta dan perhatian yang diberikan orang tua mereka kepada mereka.

Cinta dan perhatian bukan berbicara mengenai banyaknya fasilitas yang diberikan kepada anak seperti: Mobil, credit card, dll. Cinta dan perhatian yang tuluslah yang menyebabkan seorang anak miskin bisa bertahan dan menghadapi hidup hingga mereka menjadi seorang yang berhasil.

Karir orang tua yang luar biasa tidaklah salah, akan tetapi ketika orang tua sudah tidak memiliki lagi waktu untuk anak-anak mereka, waspadalah dan sebaiknya kita belajar dari pengalaman orang lain sebelum kita terlambat dan menyesal

Berikut kesaksian (kisah nyata) dari seorang ibu yang baru saja kehilangan anak perempuannya. Semoga kita bisa memetik hikmah dibalik kisah ini.

Saya seorang ibu dengan 2 orang anak, mantan direktur sebuah Perusahaan multinasional. Mungkin anda termasuk orang yang menganggap saya orang yang berhasil dalam karir namun sungguh jika seandainya saya boleh memilih maka saya akan berkata kalau lebih baik saya tidak seperti sekarang dan menganggap apa yang saya raih sungguh sia-sia.

Semuanya berawal ketika putri saya satu-satunya yang berusia 19 tahun baru saja meninggal karena overdosis narkotika. Sungguh hidup saya hancur berantakan karenanya, suami saya saat ini masih terbaring di rumah sakit karena terkena stroke dan mengalami kelumpuhan karena memikirkan musibah ini.

Putera saya satu-satunya juga sempat mengalami depresi berat dan sekarang masih dalam perawatan intensif sebuah klinik kejiwaan, dia juga merasa sangat terpukul dengan kepergian adiknya. Sungguh apa lagi yang bisa saya harapkan.

Kepergian Maya dikarenakan dia begitu guncang dengan kepergian Bik Inah pembantu kami. Hingga dia terjerumus dalam pemakaian Narkoba.

Mungkin terdengar aneh kepergian seorang pembantu bisa membawa dampak begitu hebat pada putri kami.

Harus saya akui bahwa bik Inah sudah seperti keluarga bagi kami, dia telah ikut bersama kami sejak 20 tahun yang lalu dan ketika Doni berumur 2 tahun. Bahkan bagi Maya dan Doni, bik Inah sudah seperti ibu kandungnya sendiri.

Ini semua saya ketahui dari buku harian Maya yang saya baca setelah dia meninggal. Maya begitu cemas dengan sakitnya bik Inah, berlembar-lembar buku hariannya berisi hal ini. Dan ketika saya sakit (saya pernah sakit karena kelelahan dan diopname di rumah sakit selama 3 minggu), Maya hanya menulis singkat sebuah kalimat di buku hariannya “Hari ini Mama sakit di Rumah sakit”, hanya itu saja.

Sungguh hal ini menjadikan saya semakin terpukul.

Tapi saya akui ini semua karena kesalahan saya. Begitu sedikitnya waktu saya untuk Doni, Maya dan Suami saya. Waktu saya habis di kantor, otak saya lebih banyak berpikir tentang keadaan perusahaan dari pada keadaan mereka.

Berangkat jam 07:00 dan pulang di rumah 12 jam kemudian, bahkan mungkin lebih. Ketika sudah sampai rumah rasanya sudah begitu capai untuk memikirkan urusan mereka.

Memang setiap hari libur kami gunakan untuk acara keluarga, namun sepertinya itu hanya seremonial dan rutinitas saja, ketika hari Senin tiba saya dan suami sudah seperti “robot” yang terprogram untuk urusan kantor.

Sebenarnya ibu saya sudah berkali-kali mengingatkan saya untuk berhenti bekerja sejak Doni masuk SMA namun selalu saya tolak, saya anggap ibu terlalu kuno cara berpikirnya. Memang Ibu saya dulu memutuskan berhenti bekerja dan memilih membesarkan kami 6 orang anaknya. Padahal sebagai seorang sarjana ekonomi karir ibu waktu itu katanya sangat baik. Dan ayahpun ketika itu juga biasa-biasa saja dari segi karir dan penghasilan.

Meski jujur saya pernah berpikir untuk memutuskan berhenti bekerja dan mau mengurus Doni dan Maya, namun selalu saja perasaan bagaimana kebutuhan hidup bisa terpenuhi kalau berhenti bekerja, dan lalu apa gunanya saya sekolah tinggi-tinggi?.

Meski sebenarnya suami saya juga seorang yang cukup mapan dalam karirnya dan penghasilan. Dan biasanya setelah ada nasehat ibu saya menjadi lebih perhatian pada Doni dan Maya namun tidak lebih dari dua minggu semuanya kembali seperti asal urusan kantor dan karir fokus saya. Dan kembali saya menganggap saya masih bisa membagi waktu untuk mereka, toh teman yang lain di kantor juga bisa dan ungkapan “kualitas pertemuan dengan anak lebih penting dari kuantitas” selalu menjadi patokan saya.

Sampai akhirnya semua terjadi dan diluar kendali saya dan berjalan begitu cepat sebelum saya sempat tersadar. Maya berubah dari anak yang begitu manis menjadi pemakai Narkoba. Dan saya tidak mengetahuinya!!!

Sebuah sindiran dan protes Maya saat ini selalu terngiang di telinga. Waktu itu bik Inah pernah memohon untuk berhenti bekerja dan memutuskan kembali ke desa untuk membesarkan Bagas, putera satu-satunya, setelah dia ditinggal mati suaminya. Namun karena Maya dan Doni keberatan maka akhirnya kami putuskan agar Bagas dibawa tinggal bersama kami.

Pengorbanan bik Inah buat Bagas ini sangat dibanggakan Maya. Namun sindiran Maya tidak begitu saya perhatikan. Akhirnya semua terjadi, setelah tiba-tiba jatuh sakit kurang lebih dua minggu, bik Inah meninggal dunia di Rumah Sakit.

Dari buku harian Maya saya juga baru tahu kenapa Doni malah pergi dari rumah ketika bik Inah di Rumah Sakit. Memang Doni pernah memohon pada ayahnya agar bik Inah dibawa ke Singapore untuk berobat setelah dokter di sini mengatakan bahwa bik Inah sudah masuk stadium 4 kankernya. Dan usul Doni kami tolak hingga dia begitu marah pada kami. Dari sini saya kini tahu betapa berartinya bik Inah buat mereka, sudah seperti ibu kandungnya! menggantikan tempat saya yang seolah hanya bertugas melahirkan mereka saja ke dunia.

Tragis !

Dan sebuah foto “keluarga” di dinding kamar Maya sering saya amati kalau lagi kangen dengannya. Beberapa bulan yang lalu kami sekeluarga ke desa bik Inah. Atas desakan Maya kami sekeluarga menghadiri acara pengangkatan Bagas sebagai kepala sekolah madrasah setelah dia selesai kuliah dan belajar di pesantren. Dan Doni pun begitu bersemangat untuk hadir di acara itu padahal dia paling susah untuk diajak ke acara serupa di kantor saya atau ayahnya.

Dan difoto “keluarga” itu tampak bik Inah, Bagas, Doni dan Maya tersenyum bersama. Tak pernah kami lihat Maya begitu senang seperti saat itu dan seingat saya itulah foto terakhirnya.

Setelah bik Inah meninggal Maya begitu terguncang dan shock, kami sempat
merisaukannya dan membawanya ke psikolog ternama di Jakarta. Namun sebatas itu yang kami lakukan setelah itu saya kembali berkutat dengan urusan kantor.

Dan di halaman buku harian Maya penyesalan dan air mata tercurah.

Maya menulis :
“Ya Tuhan kenapa bik Inah meninggalkan Maya, terus siapa yang bangunin Maya, siapa yang nyiapin sarapan Maya, siapa yang nyambut Maya kalau pulang sekolah, siapa yang ngingetin Maya buat berdoa, siapa yang Maya cerita kalau lagi kesel di sekolah, siapa yang nemenin Maya kalo nggak bisa tidur… … Ya Tuhan, Maya kangen banget sama bik Inah”. Bukankah itu seharusnya tugas saya sebagai ibunya, bukan bik Inah ?

Sungguh hancur hati saya membaca itu semua, namun semuanya sudah terlambat tidak mungkin bisa kembali, seandainya semua bisa berputar kebelakang saya rela berkorban apa saja untuk itu.

Kadang saya merenung sepertinya ini hanya cerita sinetron di TV dan saya pemeran utamanya. Namun saya tersadar ini real dan kenyataan yang terjadi.

Sungguh saya menulis ini bukan berniat untuk menggurui siapapun tapi sekedar pengurang sesal saya semoga ada yang bisa mengambil pelajaran darinya. Biarkan saya yang merasakan musibah ini karena sungguh tiada terbayang beratnya.

Semoga siapapun yang membaca tulisan ini bisa menentukan “prioritas hidup dan tidak salah dalam memilihnya”. Biarkan saya seorang yang mengalaminya.

Saat ini saya sedang mengikuti program konseling/therapy untuk menentramkan hati saya dan berkat dorongan seorang teman saya beranikan tulis ini semua.

Saya tidak ingin tulisan ini sebagai tempat penebus kesalahan saya, karena itu tidak mungkin! Dan bukan pula untuk memaksa anda mempercayainya, tapi inilah faktanya. Hanya semoga ada yang memetik manfaatnya.

Dan saya berjanji untuk mengabdikan sisa umur saya untuk suami dan Doni. Dan semoga Tuhan mengampuni saya yang telah menyia-nyiakan amanahNya pada saya. Dan disetiap berdoa saya selalu memohon “YA Tuhan seandainya Engkau akan menghukum Maya karena kesalahannya, sungguh tangguhkanlah Ya Tuhan, biar saya yang menggantikan tempatnya kelak, biarkan buah hatiku tentram di sisiMu”. Semoga Tuhan mengabulkan doa saya.

Salam, Nira.
sumber

Minggu, 24 November 2013

Pesan Dan Nasehat Dari Orang Terkaya Didunia

Berikut ini adalah wawancara yang pernah ia lakukan dengan CNBC. Dalam wawancara tersebut ditemukan beberapa aspek menarik dari hidupnya :

Ia membeli saham pertamanya pada umur 11 tahun dan ia sekarang menyesal karena tidak memulainya dari masih muda.


Pesan : Anjurkan anak anda untuk berinvestasi [Encourage your children to invest]

Ia membeli sebuah kebun yang kecil pada umur 14 tahun dengan uang tabungan yang didapatinya dari hasil mengirimkan surat kabar.
Pesan : Dorong Anak Anda untuk mulai belajar berbisnis [Encourage your children to start some kind of business]

Ia masih hidup di sebuah rumah dengan 3 kamar berukuran kecil di pusat kota Ohama, yang ia beli setelah ia menikah 50 tahun yang lalu. Ia berkata bahwa ia mempunyai segala yang ia butuhkan dalam rumah itu. Meskipun rumah itu tidak ada pagarnya.
Pesan : Jangan membeli apa yang tidak dibutuhkan, dan dorong Anak Anda berbuat yang sama. [Don’t buy more than what you “really need” and encourage your children to do and think the same]

Ia selalu mengemudikan mobilnya seorang diri jika hendak bepergian dan ia tidak mempunyai seorang supir ataupun keamanan pribadi.
Pesan : Jadilah apa adanya. [You are what you are]

Ia tidak pernah bepergian dengan pesawat jet pribadi, walaupun ia memiliki perusahaan pembuat pesawat jet terbesar di dunia.
Pesan : Berhematlah [Always think how you can accomplish things economically]

Berkshire Hathaway, perusahaan miliknya, memiliki 63 anak perusahaan. Ia hanya menuliskan satu pucuk surat setiap tahunnya kepada para CEO dalam perusahaannya, menyampaikan target yang harus diraih untuk tahun itu. Ia tidak pernah mengadakan rapat atau menelpon mereka secara reguler.
Pesan : Tugaskan pekerjaan kepada orang yang tepat [Assign the right people to the right jobs]

Ia hanya memberikan 2 peraturan kepada para CEOnya. Peraturan nomor satu adalah : Jangan pernah sekalipun menghabiskan uang para pemilik saham. Peraturan nomor dua : Jangan melupakan peraturan nomor satu.
Pesan : Buat Tujuan yang jelas dan yakinkan mereke untuk fokus ke tujuan. [Set goals and make sure people focus on them]

Ia tidak bersosialisasi dengan masyarakat kalangan kelas atas. Waktu luangnya di rumah ia habiskan dengan menonton televisi sambil makan pop corn.
Pesan : Jangan Pamer, Jadilah diri sendiri & nikmati apa yang kamu lakukan [Don’t try to show off, just be your self and do what you enjoy doing]

Bill Gates, orang terkaya di dunia bertemu dengannya untuk pertama kalinya 5 tahun yang lalu. Bill Gates pikir ia tidak memiliki keperluan yang sangat penting dengan Warren Buffet, maka ia mengatur pertemuan itu hanya selama 30 menit. Tetapi ketika ia bertemu dengannya, pertemuan itu berlangsung selama 10 jam dan Bill Gates tertarik untuk belajar banyak dari Warren Buffet. Warren Buffet tidak pernah membawa handphone dan di meja kerjanya tidak ada komputer.

Berikut ini adalah nasihatnya untuk orang-orang yang masih muda:
Hindarilah kartu kredit dan berinvestasilah untuk diri Anda sendiri dan ingat :
  • Uang tidak menciptakan orang tetapi oranglah yang menciptakan uang.
  • Hiduplah secara sederhana.
  • Jangan lakukan apa yang orang lain katakan, dengarkanlah mereka, namun lakukan apa yang menurut Anda baik.
  • Jangan memaksakan diri untuk memiliki barang-barang bermerk, pakailah apa yang sekiranya nyaman bagi Anda.
  • Jangan memboroskan uang Anda untuk hal-hal yang tidak diperlukan, gunakanlah uang untuk membantu mereka yang kekurangan.
  • Biar bagaimana pun orang lain tetap tidak dapat mengatur hidup Anda sendiri. Andalah yang mengendalikan hidup Anda sepenuhnya.


http://kotakhitamdunia.blogspot.com/2011/09/pesan-dan-nasehat-dari-orang-terkaya.html
Older Post ►
 

Copyright 2011 Informasi